Friday, 29 Mar 2024, 11:42 AMMain | Registration | Login

Site menu

Welcome

Jam / Waktu

Kotak Komentar

Search

Polling

Rate my site
Total of answers: 56

Statistik


Total online: 1
Guests: 1
Users: 0

Social Network

Tag Cloud

Upload File Gratis

Sponsor

News Ticker

Main » 2010 » October » 6 » Sengketa Malaya 1963
5:04 AM
Sengketa Malaya 1963
Ketegangan di Asia Tenggara pada tahun 1960-an mulai memuncak setelah Inggris menyatakan akan membentuk negara Federasi Malaya, sebagai bagian dari proses dekolonisasi terhadap jajahan Inggris di Asia Tenggara. Berdasarkan rencana tersebut, maka Semenanjung Malaya, Singapura, Brunei, Sabah, dan Serawak akan bergabung menjadi satu dalam Federasi Persekutuan Melayu. 

Rencana ini mendapat tentangan dari Presiden Soekarno, yang memandang pembentukan federasi tersebut hanya sebagai negara boneka Inggris, yang dinilai menjadi ancaman potensial bagi keberadaan Republik Indonesia. Karena itu, Bung Karno meminta diselenggarakan referendum atau pemungutan suara di wilayah-wilayah itu, untuk mendengar suara rakyat setempat, apakah mereka akan setuju terhadap pembentukan federasi atau menentang. 

Ketegangan meningkat setelah pertemuan tingkat tinggi antara Bung Karno dan Perdana Menteri Tunku Abdulrahman dari Malaya menemui kebuntuan. Akhirnya, Bung Karno mendeklarasikan pembentukan Komando Ganyang Malaysia (Kogam) yang kemudian disempurnakan menjadi Komando Mandala Siaga (Kolaga), sebuah komando untuk menggerakkan kekuatan militer didukung para sukarelawan, yang dikirim ke wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, untuk sewaktu-waktu melakukan penyerbuan militer jika diperintahkan. Era penuh ketegangan ini juga terkenal dengan nama era konfrontasi Indonesia-Malaysia.
Views: 1162 | Added by: sejarah99 | Tags: Sengketa Malaya 1963 | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
Name *:
Email *:
Code *:
Copyright MGMPSejarahSby © 2024 |